- Ibadah itu tidak boleh pamrih. Sebenarnya, dalam Islam tidak ada istilah ini. Karena kita memang boleh dan harus pamrih (berharap) kepada Allah, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Setidaknya, pamrih (berharap) akan ridha-Nya. Yang dilarang itu kalau pamrih terhadap manusia.
- Sedekah itu seikhlasnya saja. Tidak ada satu dalil pun menunjukkan begitu. Yap, ini cuma istilah khas Indonesia. Apalagi kata ‘seikhlasnya’ di sini bukan mencerminkan kata ‘ikhlas’ melainkan kata ‘sekadarnya’.
- Pernikahan itu adalah janji sehidup-semati. Juga tidak ada istilah ini dalam Islam, tepatnya dalam akad nikah. Karena ketika salah satu murtad atau tidak memenuhi kewajiban sampai waktu tertentu, maka keduanya boleh bercerai (walaupun ini merupakan pilihan terakhir dan pilihan yang dimurkai oleh Allah). Anda bayangkan, seorang suami yang tidak menafkahi istrinya dan memukuli istrinya selama bertahun-tahun. Terus, si suami sudah dinasihati dan tidak mau berubah. Apa pernikahan ini mesti dipertahankan sehidup-semati? Justru Islam memberikan jalan keluar dengan bercerai.
- Tuhan itu berada di dalam surga. Lagi-lagi, tidak ada istilah ini dalam Islam. Salah kaprah! Karena Allah itu lebih mulia dan lebih besar daripada surga. Juga Allah tidak perlu surga. Lha surga itu ’kan cuma salah satu ciptaan-Nya. Bayangkan, Anda berada di dalam rumah. Itu berarti, Anda lebih kecil daripada rumah. Kalau Allah itu berada di dalam surga, berarti Allah itu lebih kecil daripada surga. Mungkin istilah ini diajarkan oleh yang lain, tapi tidak pernah diajarkan oleh Islam.
- Dan masih banyak mitos-mitos lainnya. Mari kita jaga diri kita dan keluarga kita. Sip?
Mengulas Berita Terbaru, Ilmu Property, Investasi Emas, Sharing Bisnis, Untuk Mencapai Hidup Yang Lebih Berkualitas